BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan keluarga tentunya terdapat berbagai masalah yang timbul, terutama masalah orangtua dan anaknya. Sebagai contoh dari masalah tersebut adalah ketidakwajaran perilaku anak pada usianya. Hal ini diperkuat dengan pendapat Gordon (1976)[1], menyatakan bahwa

“Terkadang orang tua berbicara dengan anaknya seolah berbicara dengan sebuah bangku ataupun seringkali orang tua tidak perlu mengendalikan cara mereka berbicara dengan anak-anaknya, hanya bersikap santai bahkan memberikan perintah, pertanyaan atau petuah…sepatah kata yang diucapkan oleh orang tua juga terkadang melukai perasaan seorang anak atau menjatuhkan harga dirinya atau anak tiba-tiba melakukan sesuatu yang menjadikan orang tua bermasalah. Selain itu, terkadang orang tua dapat menghukum anak-anaknya atas perilaku tertentu yang sangat tidak dapat diterima”.

Uraian masalah tersebut menandakan adanya perbedaan karakter antara orang tua dan anak. Menurut Hastuti (2004)[2], perbedaan karakter antara orang tua dan anak dapat menjadi salah satu indikator terjadinya miss communication diantara keduanya. Miss communication tersebut dapat diselesaikan jika makna pesan yang dikirim oleh sumber sama dengan makna dari pesan yang diterima oleh penerima atau dapat disebut sebagai komunikasi efektif.

Komunikasi efektif dapat diperoleh dengan adanya faktor-faktor yang mendukung keefektifan dalam proses komunikasi, diantaranya adalah faktor sumber, faktor penerima, faktor pesan, dan faktor saluran (Berlo,1960)[3].

Hubungan perbedaan karakter orang tua dengan anak yang memicu terjadinya miss communication serta faktor-faktor yang membangun keefektifan komunikasi diantara keduanya yang akan penulis bahas selanjutnya dimakalah ini.

1.2 Perumusan Masalah

1. Bagaimana karakter orang tua dan anak yang memicu terjadinya miss  communication?

2.  Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi komunikasi efektif antara orang tua dan anak?

1.3 Tujuan

  1. Mengetahui karakter orang tua dan anak yang memicu terjadinya miss communication.
  1. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif antara orang tua dan anak.

1.4 Manfaat

Bagi penulis, makalah ini bermanfaat untuk memperoleh gambaran dan memberikan pengetahuan baru mengenai faktor-faktor komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Selain itu, diharapkan bahwa hasil makalah ini dapat berguna sebagai referensi bagi kalangan akademis apabila melakukan pengkajian makalah yang sama selanjutnya. Serta diharapkan makalah ini dijadikan acuan oleh orang tua dalam memperbaiki hubungan dengan anak.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Karakter orang tua dan anak yang memicu terjadinya miss communication.

Miss communication merupakan kendala yang dapat mengganggu proses komunikasi.  Menurut Hastuti (2004)[4], salah satu indikator terjadinya miss communication disebabkan adanya perbedaan karakter orang tua dan anak. Karakter dari kebanyakan orang tua ketika dihadapkan pada seorang anak yang mempunyai masalah, yaitu memberi perintah, mengingatkan, sok moralis, memberi nasehat, menggurui, mengkritik, menganalisis, memuji, membesarkan hati, menggurui atau mengalihkan perhatian (Gordon,1967)[5]. Sedangkan karakter yang dimiliki seorang anak biasanya adalah egois, pengkritik, pencela, pemicu konflik, pemberontak, progresif, mudah meniru sikap maupun perilaku sosial. Selain yang telah diuraikan oleh Gordon, adapun tambahan karakter yang dimiliki oleh orang tua ketika seorang anak mempunyai masalah, yaitu mudah marah, memberi hukuman psikis, dan memberi hukuman fisik  (Dariyo, 2007 dalam Papalia, Olds, dan Feldman, 1998; 2004)[6]. Lain hal dengan mereka, Hastuti (2004)[7], menyatakan bahwa karakter yang dimiliki seorang anak dalam masa perkembangannya adalah cenderung manipulatif, melanggar aturan, dapat mengerti kaidah moral bila diajarkan, suka mengadu, merasa mempunyai hak seperti orang dewasa, ingin dihargai maupun diperlakukan dengan baik. Kaitan dari berbagai pendapat yang telah diuraikan sebelumnya dapat ringkas melalui tabel 1.

Tabel 1. Perbedaan karakter orang tua dan anak yang memicu terjadinya miss- communication.

No Kategori Karakter Orang tua Anak
1 Sikap Memberi perintah, mengingatkan, sok moralis, memberi nasehat, menggurui, mengkritik, menganalisis, memuji, membesarkan hati,   mengalihkan perhatian dan mudah marah. Egois, pengkritik, pencela, pemicu konflik, pemberontak, progresif, mudah meniru sikap sosial, cenderung manipulatif, dapat mengerti kaidah moral bila diajarkan, merasa mempunyai hak seperti orang dewasa, ingin dihargai maupun diperlakukan dengan baik.
2 Perilaku Memberi hukuman psikis, dan memberi hukuman fisik. Melanggar aturan.

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif antara orang tua dan anak.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, komunikasi efektif merupakan proses yang terjadi ketika makna pesan yang dikirim oleh sumber sama dengan makna dari pesan yang diterima oleh penerima. Ketepatan komunikasi tersebut dipengaruhi oleh adanya faktor-faktor yang ditinjau sebagai berikut, yaitu: faktor sumber, faktor penerima, faktor pesan, dan faktor saluran. Pada faktor sumber memiliki empat komponen yang dapat meningkatkan ketepatan komunikasi, yaitu keterampilan berkomunikasi, sikap mental, tingkat pengetahuan dan posisi di dalam sosial budaya. Seperti pada faktor sumber, faktor penerima pun memiliki empat komponenen yang dapat meningkatkan ketepatan komunikasi tersebut, yaitu keterampilan berkomunikasi, sikap mental, tingkat pengetahuan dan sistem sosial budaya. Sedangkan pada faktor pesan, meliputi kode pesan berupa bahasa, isi pesan, dan perlakuan terhadap pesan. Serta pada faktor saluran yang berupa sarana untuk penyampaian pesan(Berlo,1960)[8].

Dalam hubungan orang tua dan anak, faktor- faktor tersebut dapat diuraikan dengan orang tua sebagai faktor sumber dan anak sebagai faktor penerima. Orang tua sebagai faktor sumber, memiliki keterampilan berbicara dan keterampilan mendengarkan. Keterampilan berbicara ditunjukkan orang tua dengan mengajarkan dan membiasakan berbicara pada anak sejak anak berusia dini (Karsana,2002)[9]. Sedangkan keterampilan mendengarkan dengan baik,  dilakukan oleh orang tua ketika seorang anak ingin mengekspresikan pendapatnya. Selain keterampilan, sikap yang dimiliki orang tua ketika berkomunikasi dengan anaknya adalah bijak. Kebijakan tersebut terlihat dengan mengetahui masalah yang dihadapi oleh anak sehingga orang tua dapat menjadi fasilitator anak dan menghargai posisi anak sebagai individu yang labil, dengan pemilihan kata-kata dan bahasa yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut. Berbeda dengan orang tua, anak sebagai faktor penerima, memiliki keterampilan mendengarkan (Bennett,2003)[10] dan keterampilan menalar pesan yang disampaikan orang tua kepadanya. Selain keterampilan, sikap yang dimiliki oleh anak ketika berkomunikasi dengan orang tua adalah menuruti dan merespon baik apa yang dikatakan orang tua. Kemudian dari sikap tersebut, anak dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya dengan informasi yang diberikan oleh orang tua serta menghormati posisi orang tua sebagai individu yang lebih dewasa darinya.

Adapun faktor pesan dan faktor saluran yang mempengaruhi ketepatan komunikasi antara orang tua dan anak. Faktor pesannya adalah bahasa. Hal ini diperoleh karena bahasa merupakan simbol yang berstruktur dan bermakna bagi hubungan orang tua dan anak. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang dapat dimengerti dan dikuasai oleh keduanya. Sedangkan faktor saluran yang biasa digunakan ketika orang tua dan anak berkomunikasi adalah tatap muka. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat telihat jelas melalui tabel 2.

Tabel 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif antara orang tua dan anak

No. Faktor yang dimiliki Faktor Sumber(Orang Tua) Faktor Penerima (Anak) Faktor Pesan Faktor Saluran
1 Keterampilan berkomunikasi Keterampilan berbicara dan keterampilan mendengarkan. Keterampilan mendengarkan dan keterampilan menalar. - -
2 Sikap Mental Bijak kepada anak (penerima). Merespon dan menuruti orang tua (sumber) - -
3 Tingkat pengetahuan Menjadi fasilitator ketika anak (penerima) menghadapi masalah. Mengembangkan informasi yang diperoleh dari orang tua (sumber). - -
4 Posisi didalam sistem sosial budaya Menghargai anak (penerima) Menghormati orang tua (sumber) - -
5 Kode pesan - - Bahasa -
6 Saluran - - - Tatap muka

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Miss Communication merupakan kendala dari proses komunikasi. Salah satu indikator dari penyebab terjadinya miss communiation adalah perbedaan karakter antara orang tua (Hastuti, 2004)[11].  Berbagai pendapat mengungkapkan perbedaan karakter diantara keduanya. Karakter orang tua biasanya adalah suka memberi nasehat, memberi perintah memberi hukuman, dan lainnya. Sedangkan karakter yang dimiliki oleh anak adalah pengkritik, pemberontak, melanggar aturan, dan lainnya. Perbedaan tersebut dapat diselesaikan dengan komunikasi yang efektif diantara keduanya. Komunikasi efektif dapat dibangun dengan faktor-faktor yang menyertainya, yaitu faktor sumber, faktor penerima, faktor pesan, dan faktor saluran. Faktor sumber diumpamakan sebagai orang tua dan faktor penerima sebagai anak. Sedangkan faktor pesan berupa bahasa dan faktor saluran berupa tatap muka yang digunakan ketika orang tua berkomunikasi dengan anak.

3.2 Saran

Hubungan orang tua dan anak tidak terlepas dari adanya perbedaan karakter diantara keduanya. Dalam berbagai pendapat yang telah diuraikan sebelumnya, hanya dijelaskan mengenai perbedaan karakter antara anak dan orang tua sehingga memicu miss communication diantara kedua. Hal yang belum terungkap dari berbagai pendapat tersebut, adalah perbedaan karakter yang dapat memicu keefektifan komunikasi diantara keduanya sehingga penulis perlu menyarankan untuk meneliti lebih lanjut perbedaan karakter keduanya.

DAFTAR PUSTAKA

Berlo, D. 1960. The Process of Communication, An Intoduction to Thoery and Practice. New York: Holt, Rienehart, and Winston, Inc.

Bennett, Vicki. 2003. LIFE SMART Pilihan bagi Para Remaja tentang Persahabatan, Keluarga, dan Masa Depan. Sensusi Susi, penerjemah. Jakarta: PT ELEX Media Komputindo. Terjemahan dari: LIFE SMART Choice for Young People about Friendship, Family, and Future.

Dariyo, Agoes. 2007. Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Bandung: PT Refika Aditama

Gordon, Thomas. 1995. MOE Menjadi Orang Tua Efektif dalam Praktek. Widodo Alex Trikantjono,penerjemah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Terjemahan dari: P.E.T. Parent Effectiveness Training in Action.

Hastuti, Dwi. 2004. Membangun Bangsa Berkarakter. Makalah. Dalam: Seminar Pendidikan Karakter, 8 Mei 2004.

Karsana, Deni. 2002. Mengendalikan Si Kecil. Jakarta: Taboid Ibu dan Anak.


[1]Dr. Thomas Gordon, P.E.T. Parent Effectiveness Training in Action, diterjemahkan oleh: Alex Tri Kantjono dengan judul MOE Menjadi Orang Tua Efektif dalam Praktek(Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.1995), h.4.

[2] Pendapat ini dikemukakan oleh Dr.Dwi Hastuti ketika mengikuti Seminar Pendidikan Karakter yang diselenggarakan pada tanggal 08 Mei 2004.

[3] Berlo, The Process of Communication, An Introduction to Thoery and Practice (New York: Holt, Rienehart, and Winston, Inc.,1960), h.19-22.

[4] Ibid.

[5] Gordon, op.cit.,h.37.

[6]Drs. Agoes Dariyo, Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama (Bandung: PT Refika Aditama, 2007), h.39.

[7] Hastuti, loc.cit.

[8] Berlo, loc.cit.

[9] Deni Karsana, Mengendalikan si Kecil (Jakarta: Tabloid ibu dan anak, 2002), h.20.

[10] Vicki Bennett, LIFE SMART Choice for Young People about Friendship, Family and Future, diterjemahkan oleh: Susi Sensusi dengan judul LIFE SMART Pilihan bagi Para Remaja tentang Persahabatan,Keluarga,dan Masa Depan (Jakarta: PT Elex Media Komputindo,1995), h.145.

[11] Hastuti,loc.cit.

One Response to “Komunikasi Efektif Antara Orang Tua dan Anak”

Leave a Reply